Call To Action & Problem, Fact, Kasus dan Solusi

Call To Action & Problem, Fact, Kasus dan Solusi

Hai teman teman semua..
Untuk yang baru join, saya ucapkan selamat datang dan salam kenal dari saya. Senang bisa bertemu dengan anda disini. Semoga tempat ini bisa selalu menjadi tempat yang bermanfaat untuk kita semua. Amin….

Baik, sebelum saya lanjutkan pada pembahasan ini, jika teman teman bingung dengan apa yang saya bahas, sejatinya apa yang saya bahas disini selalu memiliki urutan yang pasti. Saya melakukan ini agar anda lebih mudah untuk belajar di tempat ini, tidak lompat kesana kemari hehe…

Intinya sangat mudah, jika ingin mencari materi yang saya berikan, cukup cari dengan keyword *AD – SHARING**. Saya selalu memberikan materi dengan awalan seperti itu, ini akan lebih memudahkan teman teman untuk mencari apa yang teman teman butuhkan disini..

Baik, kita lanjut pada pembahasan inti dari materi ini sesuai judul yes 😀
Judul yang saya tulis ada tulisan CALL TO ACTION (#1). Maksudnya? Jadi, gini, call to action di dalam sebuah landing page itu tidak hanya 1 saja, nah tanda pagar 1 itu adalah kode pertama untuk Call To Action itu sendiri. Call To Action sendiri adalah sebuah tombol yang disini mengarahkan seorang visitor landing page kita untuk melakukan sesuatu (tergantung tujuan dari landing page itu sendiri untuk apa). Setelah memberikan penjelasan melalui video sales letter (Sesuai materi saya sebelumnya), yang dimana tujuan dari video sales letter adalah membuat visitor agar secepat mungkin membeli produk kita, maka di bawah video tentu harus ada Call To Action itu sendiri, kan? Usahakan, call to action #1 ini jangan sampai melebihi 1 layar penuh, sehingga visitor tidak perlu scroll dlu baru bisa klik. Contoh » http://take.ms/1f6bq

Paham ya sampai disini? Intinya, Call to action ini harus membuat si visitor melakukan action lanjutan dari penjelasan VSL di dalam landing page. Oke?

LANJUT GAN! Hehe

Problem? Maksudnya? YUP! Adanya sesuatu yang kita tawarkan (paid or free) itu harus ada sebabnya. So, seorang visitor akhirnya mempunyai alasan untuk melakukan action sesuai dengan apa yang kita tawarkan..

Contoh..
MASALAH: Tidak punya website tapi pengen bikin landing page
SOLUSI: Maka harus ada something yang bisa bikin landing page tanpa punya website

MASALAH: Tidak punya credit card tapi pengen ngiklan FB ADS (BM)
SOLUSI: So, kita harus menyediakan media yang membuat user bisa ngiklan via BM tanpa punya CC

MASALAH: Kita butuh database email yang banyak dan tertarget tapi susah untuk mengumpulkannya
SOLUSI: Buatlah sebuah software yang bisa membantu user datengin traffic dan mendatangkan lead dengan mudah!

WAIT!
Masalah memang pasti ada, tapi masalah tidak boleh di ada adakan. Maksudnya? Dalam menjelaskan sebuah masalah, kita harus mempunyai sebuah pedomain paten, ini kekuatan kita untuk meyakinkan seorang visitor agar dia percaya bahwa ini masalah beneran, bukan masalah yang kita ada adain doang karena kita jualan sesuatu. Get it? LANJUT!

Nah, itu kenapa kita butuh fakta dan kasus-kasus yang ada. Mau tau contohnya?
Buanyak kok di gugel, serius. Misalnya nih, teman teman jualan sepatu anti air. Kenapa harus anti air? Artinya, masalahnya disini kan banyak sepatu yang kena air terus rusak. Ya toh? Nah kita tinggal ketik aja di gugel “statistik sepatu rusak karena air hujan”. Remember, ini cuma contoh ya hehe

Contoh nyata ada disini » http://take.ms/L3oxC

Jadi, kita harus menyusun semua itu dengan sangat normatif SEKALI! Kita suguhkan sebuah masalah, ada sebuah fakta, dan ada kekuatan legalitasnya (sumbernya). Dari sini, mereka (visitor) akhirnya bisa yakin, dan berkata dalam hatinya “iya ya, ini akan masalahku”. Dan akhirnya, mereka juga akan berfikir bahwa mereka butuh SOLUSI…

Jadi, kita menawarkan sesuatu bukannya harus juga berpedoman bahwa apa yang kita berikan itu adalah sebuah SOLUSI? Oke?

Amati, Tiru, dan Modifikasi ya 🙂

Selamat bersantai,
Dari Adhitya Tri yang sudah menikah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *